Cinta dan pernikahan

Pernikahan tanpa dasar cinta tidak dapat dijalankan

Onesimus padaunanBeberapa waktu lalu di sebuah situs net,  sempat saya baca sebuah lelucon anak-anak. Seorang gadis kecil bertanya pada ibunya: “bu, mengapa pengantin wanitanya mengenakan busana putih? “Sang ibu menjawab : “sebab putih adalah warna yang mewakili kebahagiaan! hari ini adalah hari paling bahagia bagi pengantin wanita seumur hidupnya.” Gadis cilik itu merenung sejenak, lalu bertanya lagi: “tapi kenapa busana pengantin pria itu warnanya hitam?”

Mungkin setelah membaca lelucon ini, cukup banyak hati laki-laki yang sudah menikah memahaminya! “menikah dan cinta sejati merupakan dua hal yang berbeda.” Begitu yang pernah saya dengar dari banyak kaum laki-laki.

“Jika tidak cinta, lalu bagaimana keduanya menghadapi tantangan hidup yang berat? dan jika tidak saling mencintai, dari mana datangnya kesabaran dan toleransi? Jika tidak cinta, tapi hidup dalam satu atap, dan tidur di ranjang yang sama setiap hari, bukankah ini suatu siksaan batin?” Hidup bersama tapi bermimpi lain sudah pasti merupakan suatu siksaan.

Tetapi ada yang merasa perkawinan tidak ada hubungannya dengan cinta, cukup banyak laki-laki yang menganggap bahwa hakekat perkawinan hanya untuk meneruskan keturunan yang sah. di lain pihak jumlah kaum yang takut kawin juga terus meningkat dan mereka yang ingin menikah tapi trauma dengan perkawinan sebelumnya juga semakin banyak.

Jika anda menguatkan nilai perkawinan dan tengah berencana melangkah ke tirai merah perkawinan, apakah pasangan yang dipilih itu adalah teman hidup yang jujur,  bertanggung jawab dan dapat dipercaya? lebih baik anda memfokuskan diri meneliti apa sebenarnya perkawinan itu di mata calon pasangan hidup anda.

Saya bukan kaum idealis dan juga tidak terlalu naif, justru karena mendengar terlalu banyak pemikiran dari sisi negatif terhadap perkawinan, juga terlalu banyak melihat akibat buruk yang disebabkan pikiran negatif sehingga berpendapat seperti itu.  Memang setiap perkawinan perlu mengalami ujian, jika tidak menggenggam erat satu sama lain pasti tidak akan dapat menerjangnya. Di zaman ini,perkawinan tanpa dasar cinta pasti akan tragis  juga sulit sekali bisa menjalaninya hingga kakek-nenek!

“Perkawinan mungkin agak kurang romantis, namun justru karena belajar memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani pasangan, sehingga membuat hidup lebih padat dan sempurna. jadi “Jangan menikah, jika tidak cinta!”

5 Komentar

  1. JANGAN MENIKAH KARENA FAKTOR-FAKTOR DIBAWAH INI :

    1. KARENA GANTENG / CANTIK

    2. KARENA KAYA

    3. KARENA PINTAR OTAKNYA

    4. KARENA KASIHAN

    5. KARENA AGAMANYA.

    TAPI MENIKAHLAH KARENA KAMU YAKIN BAHWA KAMU CUKUP KUAT EN SANGGUP UNTUK MEMBAHAGIAKAN PASANGAN MU KARENA ITU LAH YANG ABADI, KARENA TUJUAN ITU MAKA PERNIKAHAN LEBIH KUAT DALAM MENGHADAPI BERBAGAI MASALAH. SALAM BERBAGI BRO EN SISTA :P

    • Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)

  2. wah manteb nih… setuju banget gw sama pendapat bro @Kolor ijo (namanya cukup menyeramkan), apa lagi gw sebagai laki2 yg bakal jadi tulang punggung keluarga nanti, gw harus yakin dulu kalo gw cukup kuat n sanggup membahagiakan pasangan, baru dah gw nikah..

  3. wah ini baru seru… setuju dengan comentnya Bro @Kolor ijo,memang tidak muda untuk Qta mengambil satu keputusan untuk lanjut ke hal” yang lebih serius, soalx bukan cuma Qta/para lelaki yang mesti siap para wanitapun harus siap,kan menikah itu sekali seumur hidup,kalau hanya terpaksa,kasian,dia cantik,sexy,lebih baik jangan,karena Aku salah satu korban pernikahan, seperti Faktor-faktor yang Bro @kolor ijo katakan,Berfikir sebelum bertindak adalah benar.

  4. kayak gitu tah caranya?? aku gak begitu ngerti baru belajr juga nihh


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.