Berbatasan langsung dengan Malaysia membuat posisi Kaltim strategis di mata teroris. Penjagaan perbatasan dan administrasi kependudukan yang sangat ketat lebih longgar, membuat bahan peledak dan anggota teroris mudah masuk. Pintu gerbang bagi para teroris menyelundupkan bahan peledak, yakni melalui Nunukan. Selain pintu masuk di Nunukan lebih mudah ditembus, sistem imigrasi dan kependudukan di utara Kaltim ini lebih longgar. “Bahkan, seseorang bisa memperoleh beberapa kartu identitas dan paspor dengan mudah.
Anggapan bahwa Kaltim sebagai tempat pelarian teroris kurang tepat. Pasalnya, hanya Ali Imron saja yang tertangkap di Kaltim. Ali Imron adalah salah satu pelaku Bom Bali I yang menewaskan 202 orang. Dia tertangkap di Pulau Berukang, Kaltim ketika hendak kabur ke luar negeri. Terakhir, 9 Mei lalu, Densus 88 membekuk Kasiman Marindra alias Usamah alias Abu Zar alias Salim alias Udin di Gunung Samarinda (Strat 3), Balikpapan Utara. Dia merupakan tersangka penyerang pos Brimob Polda Kaltim di Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Senin, 16 Mei 2005 sekitar pukul 03.00 WIT. Lima personel Brimob Polda Kaltim gugur, yakni Brigpol Ronny Susanto, Brigpol Hasanuddin, Brigpol Teguh Aristianto, Briptu Slamet Harianto, dan Bharada Damanik. Dari tangan Abu Zar, ditemukan dokumen berisi rencana menembak Presiden SBY, mengebom Istana Negara, dan membajak pesawat lalu ditabrakkan di gedung tertinggi di Jakarta.
“Masuk ke Indonesia lewat Kaltim, menjadi pilihan karena alasan-alasan tersebut tadi. Tak jarang pula, bahan peledak yang diimpor masuk lewat Kaltim, jadi kepada seluruh anggota Densus 88 di Kaltim agar tingkatkan kewaspadaan. Bravo Densus 88….
3 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal






Coz, orang Kaltim terlalu banyak mengkonsumsi teror rebus, teror goreng, teror asin, teror setengah mateng dsb, oke ?
Waspadalah 3x…… saya sedang mengintai anda !!!
kita harus waspada teror……………..????